Keluarga Noordin M Top Merayakan Ultah.

Keluarga Noordin M Top Merayakan Ultah.

Posted on Agustus 12, 2009 by imbalo | Sunting
Ultah yang ke 41 ....... semoga panjang umur kata keluarga nya di MalaysiaUltah yang ke 41 ……. semoga panjang umur kata keluarga nya di Malaysia

“Dari awal pun kami sudah menduga kalau itu bukan Noordin M Top” celetuk kawan di sebelah. Mendengar itu jadi membuat tersenyum, memang dari sejak awal kawan yang satu ini tidak percaya langsung kalau yang di tembaki di Temanggung itu adalah benar Noordin M Top dan  Berhasil Ditangkap?

Beragam komentar dari masyarakat apalagi kebenaran perkiraan mereka benar sebagaimana pernyataan dari Mabes Polri memastikan tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah, adalah Ibrohim. Bukan Noordin M Top.

Malah hari ini keluarga Noordin M Top di Malaysia tepatnya di Ulur Tiram Johor Bahru, merayakan Ulang Tahun Noordin yang ke 41 tahun, sementara seiring dengan kepastian yang meninggal itu adalah  Ibrohim, rumah Ibrohim yang semula sepi mulai terlihat ramai, sejumlah petugas kepolisian berseragam mulai berdatangan ke rumah keluarga Ibrohim di Dusun Kliwon, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat.

Setelah terkuak misteri pria yang yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah. Dan Mabes Polri menyatakan jenazah itu bukanlah Noordin M Top, melainkan Ibrohim.

Siapa Ibrohim ?

Ibrohim merupakan petugas penata bunga (florist) di Hotel Ritz Carlton yang sebelumnya diduga terlibat dalam pengeboman di hotel tersebut.  “Setelah dibandingkan DNA dengan keluarga di Cilimus, istri, dan kedua putra serta putrinya, hasilnya sesuai 100 persen, almarhum adalah Ibrohim,” ungkap Brigjen Polisi Eddy Saparwoko, Kepala DVI Mabes Polri saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2009).

Eddy menambahkan, berdasarkan tes DNA pembanding dari keluarga Noordin M Top di Johor Bahru Malaysia, Cilacap, dan Klaten, tidak ada yang sesuai.  Sehingga semakin meyakinkan bahwa korban tewas di Temanggung bukanlah Noordin.

Polisi juga mengumumkan, pelaku pengeboman di JW Marriott adalah Dani Dwi Pernama, berdasarkan pengecekan DNA. “Kondisi tubuhnya memprihatinkan. Satu-satunya diidentifikasi dengan DNA. 100 persen hasilnya cocok,” kata Eddy.

Selain itu, korban yang diidentifikasi adalah Eko Joko Sarjono dan Air Setiawan, tersangka teroris yang ditembak di Puri Nusaphala, Jatiasih, Bekasi.

“Tak tahu lah rekayasa apalagi ini” kata kawan di sebelah, tetapi yang jelas Kepolisian telah bekerja keras.

Wah kalau mau menulis dan membaca komentar tentang teror teror Noordin M Top ini banyak dan beragam, ada yang menyatakan bahwa ini adalah trick pengalihan permasaalahan , agar orang dan masyarakat  misalnya tak terfokus dengan sidang MK dan lain sebagainya.

Dan kalau itu Ibrohim bukan Noordin M Top, hanya seorang saja di rumah sederhana itu

Rumah sederhana di tengah ladang, hancur berantakan, ternyata bukan Noordin M Top yang berada di dalam nya.Rumah sederhana di tengah ladang, hancur berantakan, ternyata bukan Noordin M Top yang berada di dalam nya.

dan berada pula di tengah tengah lapangan sampai sebegitunya bombardir dari petugas memburunya sampai mati pula, tidak dibiarkan hidup, komentar yang lain

.

Almima Binti Zakaria (20206416) Perempuan Asal Malaysia Tewas Karena Aborsi

Almima Binti Zakaria (20206416) Perempuan Asal Malaysia Tewas Karena Aborsi

Posted on Agustus 7, 2009 by imbalo | Sunting

aborsi1Satu lagi klinik aborsi di Jakarta terbongkar, 3 bulan yang lalu klinik serupa yang hanya di tangani oleh bekas cleaning servise di sebuah rumah sakit menjadi kaya raya.  Siti Zubaedah (53), yang membuka praktik aborsi di Bekasi telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan petugas terungkap, Zubaedah ternyata tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Wanita itu bahkan tidak lulus SD!

Kini,  Klinik aborsi Setia Abadi terbongkar setelah salah satu pasiennya meninggal dunia dalam operasi pengguguran janin. Pengguguran janin itu dilakukan oleh Bidan Lusi dibantu 2 orang.

Perempuan naas asal Malaysia itu bernama Almima binti Zakaria (27). Ia diketahui memiliki paspor Malaysia bernomor 20206416.  Dari paspor tersebut, Almima tercatat 3 kali masuk Indonesia, terakhir Juli kemarin.

“Korban meninggal dalam perjalanan menuju RS Persahabatan. Banyak keluar darah dan meninggal,” kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Hasanudin kepada wartawan, Jumat (7/8/2009).

Saat kunjungan ketiganya, ia menghampiri klinik aborsi Setia Abadi di jalan Jl Rajiman, Cakung, Jakarta Timur. Almima hendak menggugurkan kandungannya yang berusia 4 bulan.

Tetapi, aborsi tersebut gagal. Almima tidak kuat dan mengalami pendarahan hebat. Lalu Almima dilarikan ke RS Jayakarta, kemudian dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta Timur. Pada perjalanan itu, Almima meninggal dunia.

Polisi yang mendapat laporan dari pihak RS Persahabatan langsung bertindak cepat. Klinik aborsi langsung digeledah Kamis 6 Agustus. Sementara bidan Lusi langsung diamankan di Polres Jakarta Timur.

MAHASISWA: USAH LESU SOAL KEMASYARAKATAN


Mahasiswa pada masakini tidak banyak yang melibatkan diri dalam program-program kemasyarakatan sewaktu berada di menara gading kecuali hanya segelintir mahasiswa yang berfikiran kritikal. Bukan itu sahaja, mahasiswa seakan buta mata dan buta hati untuk bersama dengan komuniti masyarakat hatta di dalam kampung halaman mereka sendiri seperti melibatkan diri dalam aktiviti qariyah dan aktiviti masjid atau surau. Pihak IPT sama ada IPTA atau IPTS tidak mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti program-program kemasyarakatan seperti Operasi Khidmat Masyarakat (OPKIM), Bakti Siswa, Program Anak Angkat dan sebagainya yang membawa definisi yang sama iaitu “Mahasiswa bersama masyarakat”. Ini kerana program-program sebegini adalah inisiatif siswa siswi tersebut.

Persatuan Mahasiswa Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (PMAPIUM) dengan kesedaran segelintir mahasiswa yang mempunyai pemikiran yang kritikal dalam isu kemasyarakatan ini telah membuat Program Khidmat Masyarakat (OPKIM) atau program anak anagkat di Kampung Padang Kemunting Masjid Tanah Melaka. Program yang bermula 5 Mac 09 sehingga 8 Mac 09 berorientasukan kebajikan di peringkat mahasiswa ini melambangkan bahawa mahasiswa perlu lebih perlu lebih responsif dalam isu masyarakat. PMAPIUM melihat program OPKIM ini sebagai satu wadah mahasiswa untuk berada di medan masyarakat dan secara tidak langsung menjadikan mahasiswa lebih berkeyakinan untuk bersama masyarakat terutamanya di kampung halaman masing-masing yang sememangnya memerlukan anak muda seperti mahasiswa yang berpandangan jauh dan bermasyarakat.

Beberapa program yang dirancang dan dilaksanakan dengan jayanya menunjukkan bahawa mahasiswa dan masyarakat sememangnya perlu bersatu padu untuk membangkitkan kegemilangan komuniti rakyat Malaysia. Diperingkat mahasiswa hanya beberapa perkara sahaja yang dapat dilakukan sepanjang program seperti “Community Mapping”, motivasi pelajar, Smart Solat, ceramah fiqh wanita, sukaneka sukan rakyat, pemeriksaan dan pameran kesihatan, ceramah menghindari najis dadah serta Forum Perdana Ehwal Islam bertajuk “Kampungku Syurgaku”.

Bermula dengan ramah mesra bersama penduduk kampung mengeratkan lagi silaturrahim antara mahasiswa dan orang kampung disamping mengenali adat budaya masyarakat setempat. Ramah mesra ini dinamakan “Community Mapping” kerana mahasiswa PMAPIUM membuat lakaran peta kampung yang menjadi panduan bagi mengenalpasti masalah-masalah yang melanda kanak-kanak, ibu tunggal, belia, warga tua dan alam sekitar. Masalah-masalah ini akan dipanjangkan kepada pihak yang bertanggungjawab seperti ketua kampung, Ahli Dewan Undangan Negeri dan Ahli Parlimen untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Slot “Smart Solat” yang dibuat selepas solat Isyak di Surau Al-Falah dihadiri penduduk kampung terutamanya kanak-kanak membuatkan program lebih bersifat Islamik. Penduduk kampung memberi respon yang menggalakkan kerana para ibu bapa menyatakan anak-anak mereka sukar untuk melaksanakan solat terutamanya solat subuh, asar serta maghrib dan perlakuan solat tidak dititik beratkan bermula daripada mengambil wuduk. Saudara Izzat Amin Mohd. Nasir, Yang Dipertua Persatuan Mahasiswa Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (PMAPIUM) yang menjadi penceramah kepada kanak-kanak pada malam itu telah merungkai beberapa perkara penting seperti kepentingan mengambil wuduk dengan betul dan kepentingan solat dengan betul. Teori dan praktikal yang diajar memudahkan kanak-kanak dan orang kampung mengingati perbuatan-perbuatan wuduk dan pelaksanaan solat dengan mudah dan jelas. Rata-rata kanak-kanak yang melibatkan diri dalam program “Smart Solat” ini memberi pandangan positif agar program seperti ini dapat dilakukan pada masa hadapan.

“Forum Perdana Ehwal Islam” yang julung-julung kali dilakukan mendapat pandangan positif daripada komuniti kampung kerana forum-forum yang bersifat kerohanian tidak banyak dilakukan dalam program-program kemasyarakatan sebelum ini. Ini juga merupakan satu platform baru dalam program khidmat masyarakat kerana komuniti masyarakat amat dahagakan nilai-nilai keilmuan dan kerohanian yang mampu diterapkan dalam diri masyarakat.

Setelah melihat mahasiswa yang lesu dengan isu-isu kemasyarakatan ini. maka PMAPIUM mencadangkan pihak IPTA dan IPTS mewajibkan semua mahasiswa bermula daripada Ijazah Sarjana Muda untuk mengikuti program-program kemasyarakatan. Ini mungkin boleh dilakukan apabila ada subjek yang berorientasikan kemasyarakatan menjadi teras dalam universiti yang seumpama dengan Hubungan Etnik atau keusahawanan. Subjek-subjek ini perlulah dikaitkan dengan universiti, mahasiswa serta masyarakat untuk menyedarkan betapa pentingnya nilai-nilai, isu-isu, budaya, adat dan sebagainya dalam kemasyarakatan. Jalinan antara mahasiswa dan masyarakat dilihat mampu mengubah pola pemikiran kehidupan sesebuah masyarakat seterusnya mewujudkan masyarakat yang berfikiran terbuka, intelek dan rensponsif, secara tidak langsung membangunkan nilai-nilai ketamadunan yang cemerlang, gemilang dan terbilang.

ZULZAIDI MAHMOD

EXCO AKADEMI DAN INTELEKTUAL

PERSATUAN MAHASISWA AKADEMI PENGAJIAN ISLAM

UNIVERSITI MALAYA (PMAPIUM)

ALAMAT :

BILIK SEKRETARIAT PMAPIUM

AKADEMI PENGAJIAN ISLAM

UNIVERSITI MALAYA

50603 KUALA LUMPUR

0125002954/0162201456

NASIHATI PELAJAR PONTENG DENGAN AL-QURAN

Pelajar sekolah masakini seolah-olah kehilangan identiti sebagai seorang pelajar sekolah yang sepatutnya dari sudut pembelajaran dan perlakuan. Jika kita lihat dewasa ini perilaku pelajar sekolah seakan-akan sudah hilang kawalan dengan perlakuan seperti ponteng sekolah, merokok, menghidu gam, menghisap dadah, pembulian, pergaduhan, pencurian, gengsterisme, vandalism, seks bebas, keruntuhan moral dan sebagainya yang boleh dikategorikan sebagai masalah kehilangan identiti dan jatidiri.

Baru-baru ini Malaysia digemparkan dengan pembedahan masalah ponteng sekolah yang menjadi barah kepada pelajar sekolah disemua negeri di Malaysia. Jika kita mengkoreksi kes di Negeri Sembilan 17 Februari tahun ini yang mana seramai 14 pelajar sekolah tingkatan empat di kawasan rekreasi di daerah Rembau telah ditahan oleh pihak polis kerana barah ponteng ini. Kita tidak dapat nafikan bahawa barah ponteng ini semakin hari semakin menjadi-jadi sehinggakan murid sekolah rendah sanggup melakukan barah gila ini.

Sebelum kita mengupas perihal perlakuan ini harus kita selaku rakyat Malaysia memahami apa yang diinterpretasikan sebagai ponteng. Menurut Kamus Pelajar keluaran Dewan Bahasa Dan Pustaka mentakrifkan ponteng sebagai meninggalkan tugas atau tanggungjawab pelajaran tanpa kebenaran. Manakala menurut Kamus Dewan Edisi Keempat mendefinasikan ponteng sebagai lari daripada tanggungjawab atau tugas tanpa kebenaran. Walau apa pun pendefinasian yang dibuat perlakuan ponteng lebih mudah difahami dalam ruang lingkup pelajar sekolah adalah meninggalkan tanggungjawab yang dipikul di atas bahu pelajar iaitu hadir ke sekolah untuk belajar dengan mengikut lunas-lunas peraturan yang dibuat oleh sekolah atau kegagalan pelajar untuk hadir ke sekolah secara sengaja tanpa alasan yang tepat dan munasabah.

Masalah yang timbul berkenaan barah ponteng ini adalah disebabkan beberapa faktor yang menjadi sebab musabab pelajar sekolah melakukan perlakuan sedemikian. Antara faktor utama yang menjadi punca masalah ini adalah pengaruh rakan-rakan sebaya yang boleh memusnahkan masa depan pelajar sekolah ini. Ponteng ini boleh dikatakan sebagai ketagihan yang merantai diri pelajar masa kini kerana jika sekali pelajar melakukan perbuatan ini, pasti fenomena ponteng akan berulang dan terus berulang dengan kegagalan dalam pelajaran sebagai kesudahannya.

Kegagalan menyiapkan kerja rumah yang diberikan oleh guru-guru juga menjadi faktor besar penyumbang masalah ini. Sikap malas yang dibajai oleh pelajar itu sendiri berakar umbikan pengaruh rakan-rakan sebaya yang mempunyai sikap yang sama. Datuk Abdullah Muhammad, Pengarah Jabatan Pelajaran negeri (JPNS) menyatakan bahawa pelajar yang gagal menyiapkan kerja rumah yang diberikan, sengaja mengambil jalan ponteng sekolah kerana takut dimarahi guru.

Jika kita merungkai permasalahan ini pasti kita akur bahawa persekitaran kebanyakan sekolah masakini kurang kondusif atau kita katakan sebagai suasana yang membosankan. Jika kita perhatikan murid-murid prasekolah yang mana mereka amat menyukai suasana persekolahan tersebut kerana keseronokan dan keriangan belajar berorientasikan “keilmuan yang tidak membosankan“ atau kita katakan sebagai “Taman Ilmu”. Tapi masalah yang timbul di kebanyakan sekolah-sekolah adalah suasana sekolah yang seakan tanah perkuburan dan bukannya taman keilmuan.

Ada juga di antara pelajar yang ponteng disebabkan suasana segelintir pelajar sekolah bersikap gengsterisme yang mana menyebabkan pelajar-pelajar lain dibuli dan dijadikan tempat melepaskan geram. Perkara ini menyebabkan pelajar-pelajar takut untuk hadir ke sekolah atas alasan ini.

Watak guru yang garang dan membosankan menyebabkan pelajar sekolah merasa bosan untuk belajar disekolah, sedangkan watak guru sangat berperanan menarik pelajar untuk menyukai subjek yang diajar dan guru yang mengajar.

Paling menyentap suasana masakini adalah teknologi yang semakin dewasa terlampau cepat seperti game, laman-laman web dan sebagainya. Pelajar sekarang yang celik IT akan berfikiran lebih terkehadapan dari semua sudut termasuklah dari sudut hiburan hedonisme yang menyebabkan mereka lupa dan alpa peranan sebenar mereka iaitu pergi ke sekolah untuk belajar. Maka jalan yang dilalui mereka untuk terus mengikuti teknologi yang menghilangkan kewarasan akal mereka adalah membuang masa di cyber café di setiap waktu termasuklah sanggup berponteng sewaktu masa sekolah agar keseronokan mereka akan dikecapi. S.M. Mohamed Idris, Presiden Persatuan Pengguna Pulau Pinang menyatakan bahawa cyber café menjadi tempat pelajar-pelajar sekolah membuang masa atau lebih sinonim dengan istilah ponteng. Masyarakat menggaru kepala melihat gelagat pelajar-pelajar ini yang mana jika rakyat Malaysia yang prihatin pasti melihat di cyber-cyber café ada segelintir pelajar yang masih beruniform sekolah bermain computer di dalam cyber café itu. Perkara ini seakan tidak berkesudahan kerana walaupun terdapat “Garis Panduan Pengawalan Perniagaan Pusat Siber Dan Cyber Café” yang menyatakan pelajar yang berpakaian seragam tidak dibenarkan masuk ke dalam cyber café, tetapi masalah yang timbul penguatkuasaan garis panduan seperti tidak dilaksanakan.

Seharusnya bagi mengatasi masalah bahana ponteng ini dari terus berleluasa dan semakin menjadi-jadi, semua pihak harus berganding bahu merangka dan melaksanakan beberapa beban tanggungjawab agar masalah ini dapat diatasi. Sememangnya memakan masa yang lama untuk menghapuskan masalah ini, tetapi sekurang-kurangnya beberapa rangka kerja perancangan teliti dibuat agar masalah ini tidak terus menjadi barah dalam masyarakat.

YDP Persatuan Mahasiswa Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya saudara Izzat Amin Mohd Nasir menyatakan bahawa peranan yang terpenting dan individu yang terpenting dalam menyelesaikan masalah bersangkutan anak-anak adalah ibu bapa. Menukilkan beberapa panduan dalam Buku karya Abdullah Nasih Ulwan bertajuk “Tarbiyatul Aulad” menyedarkan kepada ibu bapa betapa beratnya beban tugas ibu dan bapa ini. Peranan yang dimainkan adalah bermula daripada hari pertama kelahiran anak ke dunia dengan mengajarkan dia tentang tanggungjawabnya mengenal Tuhan agar kehidupan dewasanya lebih memahami erti ketuhanan yang menyebabkan anak yang didik menjadi sempurna.

Dalam Surah Lukman ayat ke 13, Allah menukilkan perihal tanggungjawab seorang bapa dalam mendidik anak yang yang mana bermaksud:

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Daripada ayat ini Saudara Izzat Amin Mohd Nasir menyatakan bahawa peranan mendidik anak adalah peranan yang sangat besar. Bagi kes ponteng, ibu bapa perlulah memantau aktiviti anak-anak dengan perlakuan mereka. Ibu bapa pastinya sedia maklum perubahan demi perubahan yang dialami oleh anak yang dikandung untuk memastikan perlakuan anak tersebut benar-benar bersikap mahmudah dan bukannya mazmumah. Sekiranya perilaku sang anak mencurigakan, pihak ibu bapa harus terus berbicara dan berkongsi masalah yang dihadapi dengan pelajar yang bergelar anak itu. Sekiranya tidak mendapat sebarang maklumat maka peranan ibu bapa adalah berjumpa dengan guru yang berautoriti sama ada guru kelas atau guru disiplin untuk memastikan tingkah laku anak. Kaedah paling tepat dalam menyelesaikan bahana ponteng ini adalah dengan menanam sikap bencikan perbuatan terkutuk ini sedari kecil agar perasaan yang ditanam ini akan tumbuh subur sehingga pelajar tidak akan melakukan ponteng.

Selain peranan ibu bapa, Persatuan Ibu Bapa dan Guru (PIBG) dan sekolah hendaklah lebih peka dalam menangani masalah ini. Hubungan yang erat di antara kesatuan guru dan PIBG membolehkan masalah ini dapat dirangka pelan tindakan diperingkat sekolah agar pelajar yang terlibat ini sedar betapa beberapa pentingnya nilai keilmuan di dalam waktu persekolahan.

Guru-guru perlulah lebih bersikap “friendly” dengan pelajar agar pelajar lebih erat dengan guru-guru sehingga memungkinkan pelajar senang untuk menyatakan masalah mereka kepada guru yang dipercayai. Masalah inilah yang melingkari kebanyakan guru-guru yang mana lebih serius dan garang menyebabkan pelajar merasa pelajaran yang dipelajari amat membebankan dan membosankan.

Institusi persekolahan adalah institusi yang amat berperanan dalam menyelesaikan masalah ponteng sekolah ini. Tertarik dengan disiplin yang ditunjukkan oleh Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Lepar Hilir Kuantan Pahang yang mana sebelum sesi kelas dimulakan setiap jumaat semua pelajar akan membaca yasin. Pengetuanya Ibrahim Mat Akil menyatakan kesan paling ketara yang dapat dilihat menerusi program bacaan Yasin itu, pelajar yang dipanggil selepas melakukan kesalahan akan mudah menerima nasihat sekali gus tidak lagi mengulangi kesalahan yang dilakukan. Abdul Qayyum Bin M. Suhaimi pelajar Sejarah dan Tamadun Islam Universiti Malaya merasakan bahawa tindakan sekolah tersebut amat tepat dalam menyelesaikan masalah ponteng ini. Ini berikutan Al-Quran sememangnya mampu untuk melembutkan hati manusia yang keras. Beliau juga menyatakan fakta ini telah terbukti apabila sejarah membuktikan Saidina Umar Al-Khattab yang berjiwa keras sebelum Islam boleh lembut hanya dengan mendengar alunan ayat-ayat suci Al-Quran sehingga beliau mengucap kalimat Shahadah tanda Allah melembutkan hatinya dengan sebab musabah Al-Quran. Abdul Qayyum menambah bahawa setiap sekolah di Malaysia yang mempunyai pelajar yang beragama Islam, kaedah ini dianggap sangat berkesan dengan cara ayat-ayat suci ini akan dibaca bersama-sama dengan guru, dan guru akan mentafsirkan maksud ayat tersebut. Kaedah ini tidak memakan masa yang begitu lama dan hanya sekitar 5 minit hingga ke 10 minit.

Masyarakat juga perlulah berganding bahu dalam menyelesaikan masalah ponteng ini dengan bekerjasama dengan pihak yang bertanggungjawab seperti pihak sekolah, pihak polis dan keluarga pelajar tersebut. Ini kerana dengan peranan masyarakatlah sesuatu masalah yang timbul dapat diatasi dengan cara yang cepat.

Penulis tertarik untuk menyatakan dalam menyelesaikan masalah ponteng ini, semua pihak haruslah berperanan dalam menjuarai isu ini agar anak bangsa yang bakal memimpin negara Malaysia masa hadapan tidak akan sesekali melakukan masalah ponteng. Harus kita hayati bahawa cara nasihat kepada pelajar ini dengan cara yang berhikmah pasti pelajar tersebut kembali ke landasan tanggungjawb sebagai pelajar yang harus dipikul. Harus kita renungkan firman Allah s.w.t dalam surah A-‘Ashr ayat 1 hingga 3 yang bermaksud “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran”.

ZULZAIDI BIN MAHMOD

EXCO AKADEMIK DAN INTELEKTUAL

PERSATUAN MAHASISWA AKADEMI PENGAJIAN ISLAM

UNIVERSITI MALAYA (PMAPIUM)

012-5002954/ 016-2201456

PUMPP selar penganjuran MUSAWAH membawa agenda Islam Liberal ke Malaysia dan mempertikaikan prinsip-prinsip asas Islam

Persatuan Ulama’ Malaysia cawangan Pulau Pinang (PUMPP) dengan ini menyelar sekeras-kerasnya program `Musawah’ iaitu Global Movement for Equality and Justice in the Muslim Family anjuran pendukung kuat fahaman sesat Islam Liberal di Malaysia iaitu Sisters in Islam (SIS). Pertemuan Musawah dilihat berhasrat mempertikaikan pelbagai pelbagai prinsip-prinsip Islam khususnya dalam hukum syariah berkaitan wanita dan kekeluargaan yang dipersetujui dan diterima oleh kesepakatan ulama’ muktabar.

Perjumpaan ini bakal dihadiri oleh pelbagai tokoh Liberal Muslim yang dipertikaikan oleh ulama’ Islam muktabar. Mereka yang hadir termasuklah Muhammad Khalid Masud iaitu pengerusi Majlis Ideologi Islamik dari Pakistan, Farida Bennani dari Morocco, Sana Benachour (Tunisia), Hussein Muhammad (Indonesia), Ziba Mir-Hosseini (Britain), Zainah Anwar (Malaysia), Siti Musdah Mulia (Indonesia) dan Nur Rofia (Indonesia) dan aktivis bukan Islam seperti Cassandra Balchin (UK) dan lain-lain.

200 Liberalis Muslim telah dijemput dari 40 buah negara dan berkumpul di hotel mewah (bertaraf lebih lima bintang) The Prince Hotel, Kuala Lumpur pada 13 Februari 2009 bagi menghadiri mesyuarat 5 hari tersebut. Perjumpaan tertutup ini juga tidak membenarkan penyertaan dari pihak luar selain dari jemputan tertutup mereka. PUMPP melihat perjumpaan dengan dana besar ini berkemungkinan disokong oleh kepentingan barat dengan tujuan meliberalkan Islam dan mengharapkan pihak penguatkuasa dapat menyiasat punca sumber-sumber dana membiayai program terbabit.

Perjumpaan ini juga akan akan memberi persepsi dan negatif kepada Malaysia yang bakal digambarkan sebagai negara yang mengamalkan undang-undang Syariah yang mendiskriminasi wanita terutama apabila perjumpaan ini bakal dibawa perhatian kepada wakil Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu dengan kehadiran Professor Yakin Erturk (The United Nations Special Rapporteur on Violence Against Women) yang akan merasmikan perjumpaan tersebut.

PUMPP juga menyelar kehadiran pimpinan negara bagi merasmikan program tersebut seolah-oleh tidak merujuk terlebih dahulu kepada pihak autoriti agama dalam negara seperti JAKIM dan Majlis Mufti.

Kertas kerja dan bengkel-bengkel yang bakal dibentangkan semasa perjumpaan dilihat berhajat untuk menginterpretasikan semula al-Qur’an dan al-Hadith dari sudut pandang wanita yang selama ini dikatakan bias pada lelaki. Musawah juga bakal mengenengahkan isu hak samarata antara lelaki dan perempuan dalam kekeluargaan Islam melalui hukum-hakam seperti poligami, faraid, ketaatan isteri, izin keluar rumah, aurat wanita, dan sebagainya. Hukum-hakam ini bakal dipertikaikan dengan melanggar segala syari`at yang dibawa oleh al-Qur’an dan al-Sunnah.

PUMPP juga mengharapkan kumpulan-kumpulan dan masyarakat bukan Islam tidak terpengaruh dengan propaganda kumpulan Liberal Islam ini dan tidak campurtangan dalam urusan aqidah dan prinsip-prinsip ajaran Islam sepertimana Islam mengajar penganutnya untuk tidak campurtangan dan menghormati dalam ajaran agama-agama lain sepertimana penegasan al-Qur’an:

لَكُم�’ دِينُكُم�’ وَلِيَ دِينِ (109:6)

109:6 Unto you, your religous law, and unto me, mine!

Sehubungan dengan itu, PUMPP menyelar pelaksanaan program ini dan dilihat bakal merosakkan lagi aqidah umat Islam di Malaysia seterusnya membawa perpecahan kepada umat Islam dan member persepsi yang salah kepada Islam kepada semua pihak termasuk masyarakat dunia yang hadir dan melihat perkembangan di Malaysia.

Dr Wan Salim Wan Mohd Nor,

Yang di Pertua,

Persatuan Ulama’ Malaysia

cawangan Pulau Pinang (PUMPP).

Blog:

Persatuan Ulama’ Malaysia cawangan Pulau Pinang (PUMPP) – http://pumpp. wordpress. com/

Angkatan Bertindak Banteras Islam Liberal (ABABIL) – http://ababil. wordpress. com/

DarahMerdeka – http://darahmerdeka .wordpress. com/

__._,_.___

MAHASISWA DAN GAZA YANG BERDARAH

Bagi mahasiswa sekitar Lembah Kelang bahang pilihanraya kampus yang membakar dalam tempoh dua minggu ini mula reda dengan pahit manis setiap mahasiswa yang bertungkus- lumus untuk memastikan kemenangan berpihak kepada calon yang bertanding. Jika UIAM dan UM kerusi kabinet dirangkul hebat oleh PRO-Mahasiswa, tetapi soal kemenangan bukanlah soal penting untuk dibincangkan, perkara paling penting lagi adalah untuk mengisi kemenangan yang ada supaya mahasiswa yang cerdik memegang tampuk kepimpinan tidak diherdik kerana tidak tahu menggalas tanggungjawab dipikul. Walaupun mahasiswa sudah bermandi peluh dalam pilihanraya kampus, ada satu perkara lagi yang mahasiswa perlu lakukan iaitu memperjuangkan isu Palestin yang menjadi fokus penting kepada seluruh mahasiswa. Semenjak hari pertama serangan Yahudi hingga ke saat ini sudah ribuan umat Islam yang tidak berdosa bermandi darah terkorban dan tercedera akibat bedilan peluru-peluru oleh Yahudi yang tidak berhati perut. Rumah-rumah, bangunan, sekolah, pejabat-pejabat kerajaan dan sebagainya musnah dan ranap dalam sekelip mata. Dr Yousef Al-Mansi daripada Kementerian Kerja Raya Palestin di Gaza menyatakan bahawa kos pembinaan semula Gaza mencecah 2.215 billior dolar. Sesungguhnya kerugian yang dialami dalam peperangan ini sangat besar. Anak-anak kecil, ibu-ibu hamil, warga tua dan semua umat Islam di bumi Ghaza hidup dalam keadaan yang amat menyedihkan. Si ibu kehilangan anaknya, si anak kehilangan orang tuanya, si adik kehilangan abangnya dan si abang kehilangan adiknya merupakan perkara lumrah dan apabila bertemu jasad orang yang disayangi yang tinggal hanyalah tubuh kaku yang tidak bernyawa. Umat Islam di palestin hanya mahukan keamanan yang mampu mengembalikan kejiwaan Islam yang mendalam. Sewaktu peperangan berlangsung antara Hamas dan Israel kita dapati mahasiswa seluruh dunia termasuk Malaysia bangkit memperjuangkan isu ini dan mengecam Yahudi. Jika di Kuala Lumpur demontrasi besar-besaran dilakukan oleh mahasiswa pada hari Jumaat 15 Januari 2009 dan mereka berarak ke Kedutaan Mesir untuk menyerahkan memorandum tuntutan mahasiswa kepada Kerajaan Mesir untuk membantu umat Islam di Gaza. Hampir di setiap universiti juga masing-masing mempunyai demontrasi sendiri mengecam tindakan Yahudi termasuklah di Univerisiti Utara Malaya pada tarikh yang sama diadakan “SPEECH PALESTIN” selepas Solat Jumaat di pintu masuk masjid apabila mahasiswa sangat dahagakan lontaran suara mahasiswa dan gerak kerja mahasiswa untuk mengecam tindakan laknat Yahudi ini walaupun pentadbiran UUM tidak memebenarkannya. Berbicara dalam ruang lingkup mahasiswa, PMAPIUM mempunyai beberapa pendekatan untuk mahasiswa sama-sama menggembeling tenaga dan minda untuk terus menjuarai isu-isu Paletin. Antara perkara yang perlu dilakukan oleh mahasiswa walaupun genjatan senjata sudah diadakan adalah untuk memahami konsep surah Al-Baqarah ayat 120 yang bermaksud: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” Israel sama sekali tidak akan membiarkan umat Islam menang bahkan mereka akan mencari jalan memperhambakan umat Islam dengan telunjuk mereka. Protokol Yahudi dan Talmud yang menjadi pegangan mereka jelas menyuruh umat Yahudi membunuh, merogol, mencuri dan memperlakukan apa sahaja asalkan kehendak mereka dipenuhi seperti ayat di atas. Umat Islam dikatakan Goyim iaitu binatang tunggangan mereka. Oleh yang demikian Yahudi akan memperkudakan umat Islam ke arah kesesatan dan sekarang kesesatan itu kian merantai umat Islam dengan belitan yang dinamakan hiburan hedonisme yang bermaharajalela. Malam-malam di IPT haruslah diwarnai dengan munajat Palestin yang mana bukan hanya doa-doa sahaja yang dibaca tetapi kehidupan tokoh-tokoh pejuang palestin mestilah diketahui agar mahasiswa menjadi mahasiswa yang responsif dengan semua perkara. Diskusi-diskusi ilmiah berkenaan Palestin haruslah dimeriahkan dengan kedatangan mahasiswa agar mahasiswa mengetahui semua isu baru di Palestin untuk menjadikan mahasiswa benar-benar berjiwa global dan glokal. Forum-forum, ceramah, pameran, deklamasi puisi, sudut poster isu Palestin dan sebagainya haruslah dijadikan gaya hidup mahasiswa yang sihat. Bukan terhenti sekadar itu sahaja, sumbangan dana kewangan untuk membangunkan Palestin yang berdarah dilakukan secara besar-besaran. Perkara asas yang terpenting ialah doa untuk kesejahteraan umat Islam di Palestin agar mereka tidak lagi dibelenggu dengan masalah. PMAPIUM mengharapkan mahasiswa berganding bahu dan bersatu padu untuk terus memperjuangkan isu Palestin ini agar mahasiswa di Malaysia khususnya lebih bertanggungjawab dalam semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan di Malaysia dan antarabangsa. Perjuangan Palestin adalah tanggungjawab Umat Islam bersama.

KOTAKAN JANJI KAMU MPMUM

Di tulis oleh Zulzaidi bin Mahmod

Exco Akademik dan Intelektual, Persatuan Mahasiswa Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (PMAPIUM)

Pemilihan Majlis Perwakilan Mahasiswa (MPM) atau lebih dikenali Pilihanraya Kampus merupakan satu mekanisme untuk menggilap bakat kepimpinan dikalangan mahasiswa sebelum melangkah terus ke dalam realiti masyarakat sebenar.

Tsunami politik kampus telah menggegarkan negara apabila PRO-Mahasiswa telah menakluki kembali kampus tertua iaitu Universiti Malaya. Persoalan yang timbul bukanlah kenapa PRO-Mahasiswa menang, tetapi kenapa pihak Penggerak Mahasiswa atau lebih dikenali Aspirasi yang kalah kerana meraka gagal mempertahankan kerusi MPM setelah 5 tahun menjuarainya.

Pengkoreksian jelas menunjukkan kepada persiapan dan propaganda yang dimainkan oleh kedua-dua belah pihak. Di Universiti Malaya dua gergasi besar iaitu PRO-Mahasiswa dan Penggerak Mahasiswa seakan hilang daya saing politik kampus secara adil dan telus kerana hanya PRO-Mahasiswa seakan dilihat masyarakat kampus dan Malaysia sahaja yang menunjukkan taring yang begitu tajam setelah sekian lama kalah dalam Pilihanraya kmapus pada sesi-sesi lepas.

Persaingan sengit dapat dilihat daripada keputusan yang menunjukkan PRO-Mahasiswa hanya menang tipis iaitu 21 kerusi daripada 41 kerusi yang dipertandingkan. Seawal jam 2 pagi mahasiswa Universiti Malaya masih berkumpul menantikan keputusan Pilihanraya Kampus untuk melihat suatu perubahan diperingkat mahasiswa dalam meningkatkan prestasi dan kualiti Universiti Malaya ditahap yang tertinggi.

Tidak dinafikan terdapat cabaran dan rintangan yang begitu besar pada Pilihanraya Kampus pada kali ini iaitu soal hak dan keadilan yang dijanjikan oleh pihak Urusetia dan Jawatankuasa Pilihanraya Kampus Universiti Malaya. Tetapi dengan kematangan dan kebijaksanaan segelintir pihak termasuk mahasiswa yang beridealisme dan berintelektual dengan berpandukan kepada semua statut undang-undang dan peraturan Pilihanraya Kampus menunjukkan bahawa mahasiswa tidak sama sekali boleh diperbodohkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Soal kemenagan mana-mana pihak dalam Pilihnaraya Kampus sudah selesai bagi mahasiswa dan sekarang mahasiswa hanya mahu setiap calon yang menang dalam Pilihanraya Kampus Universiti Malaya pada kali ini mengotakan semua janji yang ditaburkan sewaktu berkempen melalui menifesito yang dijaja. Mahasiswa tidak mahu melihat suatu pengkhianatan yang jelas seperti sesi-sesi lepas apabila menisfesto yang dicanangkan kepada mahasiswa hanya retorik politik untuk meraih undi mahasiswa.

Harapan dan impian mahasiswa kepada kabinat pada kali ini merupakan suatu pandangan positif agar kepimpinan-kepimpinan yang memegang kabinat tidak mengabaikan hak mahasiswa. Sewaktu berkempen hampir kesemua calon menyatakan akan membawa isu kebajikan mahasiswa dan menyelesaikannya seperti isu air di kolej kediaman, yuran kolej kediaman yang tinggi sehingga membebankan mahasiswa, kadar caj PTPTN dan sebagainya.

Kita mahu melihat bahawa MPMUM yang baru ini mampu merealisasikan apa yang dijanjikan agar mahasiswa menghormati pemimpin yang sebegitu jujur. Harapan mahasiswa yang paling besar adalah MPMUM dapat menyuburkan kembali budaya ilmu yang sekian lama hilang dari bumi Malaya. Forum-forum, ceramah, diskusi ilmiah dan sebagainya yang berorientasikan pembudayaan ilmu harus diterap dalam diri mahasiswa agar mahasiswa cakna terhadap semua isu termasuk isu global dan glokal.

Diharapkan MPMUM pada kali ini dapat bekerjasama tanpa mengira idealogi politik agar perjuangan mempejuangkan hak mahasiswa dapat direalisasikan dengan sempurna.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.